Penggunaan Copper Slag sebagai Alternatif Agregat Halus dan meningkatkan Kuat Tarik pada Beton

Posted By lppm

ABSTRAKSI

 

PEMAKAIAN COPPER SLAG (LIMBAH TEMBAGA) SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON

 

Seiring dengan perkembangan teknologi beton, kebutuhan bahan konstruksi khususnya material beton semakin meningkat. Hal ini menimbulkan dampak berkurangnya pasir untuk campuran beton sebagai agregat halus. Oleh karena itu dalam usaha untuk meningkatkan performance beton dari sisi material digunakan bahan alternatif Copper slag sebagai pengganti pasir, dan apakah Copper slag dapat digunakan sebagai bahan pengganti pasir dalam  proses pembuatan beton ditinjau dari kuat tekan beton, porositas dan berat volume beton.Copper slag merupakan limbah dari hasil peleburan dan pemurnian bijih tembaga PT. Smelting Company, Gresik. Copper slag ini mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari Fe O (39 %), Si O2 (40 %), Al2 O3 (5 %), Ca O (4,5 %), Zn O ( 5,8 %), Mg O (5 %), Cu (0,56 %), Pb (0,14 %) dan mempunyai bentuk yang agak besar dari pasir alam. Secara keseluruhan Copper slag  memiliki keseragaman bentuk dan mempunyai fungsi yang hampir sama dengan pasir alam.Dalam penelitian ini, dilakukan percobaan untuk mutu beton K-300 (fc’: 30 MPa) dengan campuran Copper slag menggunakan prosentase 0 %, 25 %, 50 %, 75 %, 100 %. Silinder beton yang sudah mencapai umur 7, 14 dan 28 hari akan dites kuat tekan beton.Dari hasil pengujian kuat tekan dan porositas beton di laboratorium diperoleh kuat tekan untuk 100 % Copper slag sebesar 355,22 kg/cm2 dengan porositas 6,99 %, 75 % sebesar 367,47 Kg/cm2 dengan porositas 7,37 %, 50 %  sebesar 326,64 Kg/cm2 dengan porositas 6,96 %, 25 % sebesar 375,65 Kg/cm2 dengan porositas 6,79 % dan 100 % pasir alam sebesar 322,49 Kg/cm2 dengan porositas 6,34 %.Nilai kuat tekan beton  pada masing-masing pemakaian Copper slag dalam campuran beton mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan pemakaian 100 % pasir alam. Kenaikan kuat tekan beton pada prosentase 100 % Copper slag sebesar 10,15 %, 75 % sebesar 13,95 %, 50 % sebesar 1,3 %, dan 25 % sebesar 16,5 %. Berat volume dengan pemakaian 100 % copper slag sebesar 2,6 gr/cm3, 75 % sebesar 2,55 gr/cm3, 50 % sebesar 2,47 gr/cm3, 25 % sebesar 2,44 gr/cm3, dan 100 % pasir alam sebesar 2,34 gr/cm3.Kekuatan beton yang memberikan kontribusi yang paling baik adalah penggunaan copper slag sebanyak 25 % dari pasir alam. Porositas beton dengan pemakaian copper slag lebih besar dari pasir, tetapi kuat tekan beton yang dihasilkan juga besar karena ukuran copper slag yang agak lebih besar dan homogen bila dibandingkan dengan pasir alam, sehingga berpengaruh terhadap ruang pori pada beton tidak terisi oleh butiran pasir yang lebih halus . Jadi semakin banyak penambahan copper slag pada beton berakibat porositasnya meningkat.

 

 

Kata-kata kunci: Agregat halus, Copper slag, Kuat  tekan, Porositas, Berat  volume beton.

Jan 23rd, 2009

Membangun Prototipe Pembelajaran Studi Data Warehouse Dengan Sampel Explore Sistem Di Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Posted By lppm

ABSTRAKSI

 

Membangun Prototipe Pembelajaran Studi Data Warehouse Dengan  Sampel Explore Sistem Di Universitas Dr. Soetomo Surabaya

 

 

 

Data warehouse merupakan salah satu dari pengembangan dalam bidang sistem informasi yang sangat penting. Secara konsep data warehouse adalah database yang mengumpulkan dan menyimpan data dari berbagai sumber informasi. Pendekatan data warerhouse ini lebih banyak memberikan keuntungan jika dibandingkan dengan database biasa. Teknologi data warehouse telah sukses diterapkan diberbagai industri. Sebagai contoh industri manufaktur, retail, finansial, transportasi, telekomunikasi dan sebagainya.

Konsep data warehouse menjadi sangat terkenal dan banyak dipakai sekitar awal tahun 2003. Sehingga materi ini dimasukkan ke kurikulum berbasis kompetensi jurusan Teknik Informatika Universitas Dr. Soetomo Surabaya.

Dengan adanya prototipe pembelajaran studi data warehouse, Mahasiswa akan mampu melakukan organisasi data dari sumber sistem yang berbeda. Mahasiswa benar-benar difokuskan untuk mengerti bagaimana cara membangun suatu sistem warehouse yang sesungguhnya.

            Pada penelitian ini akan dihasilkan tool bahan ajar untuk menunjang materi perkuliahan data warehouse. Sehingga akan meningkatkan pemahaman Mahasiswa dalam memahami konsep  teknologi informasi, dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

            Selain itu, Penelitian ini juga akan menghasilkan benchmark data di Universitas Dr. Soetomo yang akan digunakan untuk melakukan analisa kinerja sumber daya di masing-masing unit atau departemen.

            Tahap awal penelitian ádalah melakukan survey terhadap Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah materi data warehouse. Dilakukan analisa data sampling terhadap hasil survey. Hasil analisa data sampling dijadikan dasar untuk menentukan bobot materi yang akan dimasukkan kedalam prototipe pembelajaran yang akan dibuat. Analisa data sampling juga digunakan untuk menentukan metodologi pembelajaran yang akan disajikan untuk prototipo pembelajaran studi data ware house.

            Tahap I selanjutnya dilakukan aktifitas analisa sistem. Analisa sistem dilakukan berdasarkan hasil analisa data sampling, hasil studi kepustakaan, dan studi lapangan. Hasil analisa sistem akan menghasilkan fitur-fitur dan kebutuhan-kebutuhan dari prototipe pembelajaran yang akan dibuat.

            Tahap II dilakukan aktifitas Desain Sistem. Prototipe pembelajaran di rancang sesuai dengan hasil analisa sistem yang dilakukan. Pada tahap ini dihasilkan desain OLTP dari sistem Akademik Unitomo Surabaya. Yaitu berupa desain CDM (Conceptual Data Model). Desain  Data warehouse juga dilakukan. Yaitu berupa desain logical dan physical data warehouse.

Pada desain logical data warehouse dihasilkan penggabungan dari 3 (tiga) buah star skema, yaitu pertama 1 Star Schema Informasi IPS Mahasiswa , kedua Star Schema Informasi Rata-rata Kelas,  ketiga Star Schema Informasi Kehadiran Dosen. Seluruh tabel fakta dan tabel dimensi ditentukan pada tahap ini.

Pada desain physical data warehouse dirancang desain fisik dari seluruh tabel fakta dan tabel dimensi yang ada. Pada penelitian ini dihasilkan penggabungan dari 3 (tiga) tabel Fakta dan 7 (tujuh) tabel dimensi.

Selanjutnya dilakukan aktivitas desain proses ETL (Extaction, Tranformation, dan Loading). Sebelum melakukan aktifitas Ekstraksi maka perlu dibuat terlebih pemetaan kolom dari tabel sumber ke tabel data warehouse. Setelah aktifitas proses ekstraksi dilakukan selanjutnya adalah melakukan proses Transformasi. Proses transformasi dilakukan melalui dua tahapan. Tahapan pertama dengan melakukan transformasi file teks ke tabel staging. Tahapan kedua adalah dengan melakukan transformasi dari tabel staging ke tabel data warehouse. Selanjutnya adalah melakukan aktifitas Proses Pemuatan (loading) yang merupkana proses terakhir dari ETL, yaitu mengambil informasi yang ada di dalam data warehouse ke aplikasi antar muka OLAP. Beberapa contoh software yang bisa melihat isi dari data warehouse seperti Excel, Crytal Managers, Business Intellegence Development Studio SQL Server 2005.

Berikutnya adalah melakukan desain kubus multidimensi. Pada penelitian ini dihasilkan 4 (empat) buah desain kubus multi dimensi. Yang terakhir adalah dengan melakukan desain konfigurasi penyimpanan, desain keamanan.

Tahap III adalah melakukan aktifitas Implementasi Sistem. Yang pertama adalah melakukan implementasi dari skema fisik star skema. Pada penelitian dihasilkan penggabungan dari 3 (tiga) buah implementasi star skema. Langkah selanjutnya adalah melakukan implementasi proses ETL. Pada tahap ini dihasilkan tabel data warehouse yang telah berisi data dari hasil proses ETL.

Tahap IV adalah melakukan aktifitas perancangan Prototipe pembelajaran studi data warehouse. Pada tahap ini dihasilkan kerangka pembelajaran beserta fitur pelengkapnya. 17 (Tujuh Belas) movie telah dihasilkan untuk demo aktifitas dari proses pembelajaran tersebut.

Jan 23rd, 2009

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MAHASISWA SEMESTER 1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PMIPA FKIP UNIVERSITAS DR SOETOMO SURABAYA

Posted By lppm

ABSTRAKSI

Judul:  Hubungan Antara Kemampuan Awal Matematika dan Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar Matematika Mahasiswa Semester 1 Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan PMIPA FKIP Universitas Dr. Soetomo Surabaya.

Oleh: Suharti Kadar

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

  1. Tingkat kemampuan awal matematika yang dimiliki mahasiswa semester 1 program studi pendidikan matematika jurusan PMIPA FKIP Unitomo Surabaya.
  2. Tingkat motivasi berprestasi mahasiswa semester 1 program studi pendidikan Matematika jurusan PMIPA FKIP Unitomo Surabaya.
  3. Tingkat hasil belajar matematika mahasiswa semester 1 program studi pendidikan matematika jurusan PMIPA FKIP Unitomo Surabaya.
  4. Hubungan antara kemampuan awal matematika dan motivasi berprestasi secara sendiri-sendiri dengan hasil belajar matematika maupun secara bersama-sama.

Variabel-variabel yang diperhatikan dalam penelitian ini adalah: a). variable bebas yaitu kemampuan awal matematika dan motivasi berprestasi, b). variable tak bebas yaitu hasil belajar matematika.

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 program studi pendidikan matematika jurusan PMIPA FKIP Unitomo Surabaya. Penetapan sampel ini berdasar pada kebutuhan penelitian,yang biasa disebut quota sampling. Besarnya sampel penelitian adalah 28 orang.

Pengumpulan data dari masing-masing variable digunakan tiga macam instrument penelitian, berupa tes objektif  untuk variable kemampuan awal matematika dan hasil belajar matematika. Sedangkan untuk variable motivasi berprestasi digunakan angket motivasi berprestasi yang disusun oleh Eysenk dan Wilson, angket ini diadaptasi dan dimodifikasi oleh peneliti.

Data penelitian yang diperoleh dari ketiga instrument tersebut, dianalisis dengan dua macam teknik analisis statistic, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa:

  1. Kemampuan awal matematika mahasiswa program studi pandidikan matematika jurusan PMIPA FKIP Universitas Dr. Soetomo Surabaya masih berada pada skor rendah.
  2. Motivasi berpretasi mahasiswa program studi pandidikan matematika jurusan PMIPA FKIP Universitas Dr. Soetomo Surabaya berada pada katagori sedang.
  3. Hasil belajar matematika mahasiswa program studi pendidikan matematika jurusan PMIPA FKIP Universita Dr. Soetomo Surabaya, berada pada katagori

cukup.

  1. Tidak ada hubungan antara kemampuan awal matematika dengan hasil belajar matematika mahasiswa program studi pendidikan matematika jurusan PMIPA FKIP Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Besar derajat hubungan antara kedua variable adalah 0,190, termasuk derajat hubungan yang sangat rendah.
  2. Tidak ada hubungan  antara motivasi berprestasi  dengan hasil belajar matematika mahasiswa program studi pendidikan matematika jurusan PMIPA FKIP Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Besar derajat hubungan antara kedua variable adalah 0,342, termasuk derajat hubungan yang rendah.
  3. Ada hubungan antara kemampuan awal matematika dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar matematika mahasiswa program studi pendidikan matematika jurusan PMIPA FKIP Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Besar derajat hubungan 0,412 termasuk derajat hubungan yang sedang.
Jan 23rd, 2009

ANALISIS KESALAHAN-KESALAHAN SISWA KELAS V SDN BULAK BANTENG I KENJERAN SURABAYA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA (STUDI KASUS PADA PEMBAGIAN BERSUSUN BILANGAN DESIMAL)

Posted By lppm

ABSTRAKSI

 

 

Kemampuan  yang ditekankan untuk dapat dikuasai lulusan sekolah dasar adalah kemampuan dasar baca, tulis, hitung , dan kemampuan berpikir siswa untuk persiapan memasuki pendidikan dasar sembilan tahun selanjutnya, yaitu SLTP.

Salah satu hitung dasar yang penting dalam  mempelajari matematika dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari adalah pembagian. Dari beberapa cara yang dipakai untuk memperoleh hasil pembagian di SD salah satu nya adalah pembagian bersusun pendek.

Kesalahan melakukan pembagian bersusunpendek pada tingkat sekolah dasar, akan menghemat proses pemahaman materi matematika pada tingkat yang lebih yang mempunyai pembagian sebagai konsep prasyaratnya. Hal ini dapat terjadi mengingat pendekatan yang dipakai dalam mengerjakan matematika adalah spiral –hierarkis, yaitu untuk memehami konsep yang lebih tinggi tigkatannya harus memahami konsep yang lebih rendah yang menjadi dasar atau prasyarat. 

Sehubungan dengan hal itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan rumusan permasalahan sebagai berikut : (1)  Berapa besar proporsi masing-masing kategori kesalahan siswa kelas V SDN Bulak Banteng I Kenjeran Surabaya dalam mengerjakan soal-soal pembagian bersusun pada bilangan desimal yang dibedakan menjadi empat kategori kesalahan, yaitu kesalahan prosedur, kesalahan teknis, kesalahan acak, kesalahan prosedur teknis ? (2) Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan siswa kelas V SDN Bulak Banteng I Kenjeran Surabaya melakukan kesalahan tersebut ? (3) Bagaimana upaya sebagai alternatif pemecahan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan tersebut ?

Tujuan dari Penelitian 1. Untuk mengetahui besar proporsi masing-masing kategori kesalahan yang dilakukan siswa kelas V SDN Bulak Banteng I Kenjeran Surabaya dalam menyelesaikan soal pembagian bersusun pada bilangan desimal. (2) Untuk mengetahui factor-faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal pembagian bersusun pada bilangan desimal (3) Untuk memberi masukan sebagai alternative upaya pemecahan guru dalam mengantisipasi terjadinya kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal pembagian bersusun pada bilangan desimal.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dengan bentuk soal subyektif dan wawancara. Setelah data kesalahan diperoleh dari hasil tes siswa, kemudian dianalisis dan diklasifikasikan berdasarkan jenis kesalahan yang telah ditentukan,  kemudian dilakukan perhitungan prosentase diperoleh data sebagai berikut: proporsi siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal pembagian bersusun pendek adalah 29,968% kesalahan prosedur, 31,37% kesalahan teknis, 6,408% kesalahan acak, dan 32,254% kesalahan prosedur teknis. Sedangkan dari hasil wawancara penyebab terjadinya kesalahan siswa adalah sikap siswa terhadap pelajaran matematika masih kurang senang, hanya membaca buku catatan, jarang mengerjakan soal-soal latihan, cara belajar siswa yang terputus-putus ( tidak kontinu), tidak mau bertanya bila menemui kesulitan, lupa dalam perhitungan, dan kurang teliti dalam mengerjakan soal

Jan 23rd, 2009

PERSISTENSI, PERAN INANG DALAM PENULARAN, PATOGENESIS KOI HERPES VIRUS (KHV) DAN KEMAMPUAN ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN

Posted By lppm
ABSTRAKSI

 

Persistensi, Peran Inang Dalam Penularan, Patogenesis Koi Herpes Virus (KHV) dan Kemampuan Adaptasi Terhadap Perubahan Lingkungan

 

Sri Oetami Madyowati, Sumaryam, Kusyairi, 2008, 38 halaman

 


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui inang KHV yang sering menyerang ikan mas Cyprinus carpio dan koi Cyprinus carpio koi di Indonesia. Apakah sebenarnya KHV tersebut memang ada di lingkungan budidaya, misalnya menginfeksi ikan yang sering dibudidayakan bersama ikan koi dan ikan yang bisa berperan sebagai inang.

Virus diisolasi dari koi yang terinfeksi KHV dengan konfirmasi polymerase chain reaction (PCR) dan transmission electron microscope  (TEM). Pencarian inang KHV dilakukan dengan cara melakukan infeksi buatan terhadap beberapa ikan air tawar yang sering diketemukan pada sekitar kolam koi ialah lele, nila, komet dan koki. Sedangkan persistensi KHV di air dan tanah dilakukan di suhu kamar dengan selang  waktu perjam.

Berdasarkan hasil yang didapatkan penyebab utama kematian ikan koi disebabkan oleh koi herpesvirus (KHV) dan bisa dideteksi dengan PCR. Infeksi terjadi hanya pada koi saja dengan kematian mencapai 100% dalam jangka waktu 24-72 jam sedangkan pada family cyprinid lain  dan beberapa ikan air tawar yang sering hidup disekitar kolam ialah lele, nila, komet dan koki tidak terinfeksi atau kematiannya nihil. KHV hanya eksis selama 4 jam saja di air dan lumpur yang diambil dari tempat budidaya koi sedangkan sesudah itu sampai 24 jam inkubasi tidak dideteksi adanya KHV dengan PCR. Virus-like particles juga diketemukan pada insang koi yang sakit.

Jan 23rd, 2009

PENINGKATAN KUALITAS DAN MASA SIMPAN BANDENG ASAP DENGAN IRADIASI NUKLIR

Posted By lppm

ABSTRAKSI

 

PENINGKATAN  KUALITAS   DAN  MASA SIMPAN

BANDENG  ASAP  DENGAN  IRADIASI  NUKLIR

 

Diantara pengawetan komoditi hasil perikanan  iradiasi nuklir mempunyai banyak keunggulan. Iradiasi  dapat  menghilangkan atau   membunuh   mikroba  yang   mencemari   bahan  pangan,  seperti   kapang,   khamir, serangga, bakteri pembusuk, dan bakteri  patogen. Menurut Doyle (1999) iradiasi mampu membunuh Salmonella, Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Clostridium botulinum.  Diehl (1995) menyebutkan bahwa iradiasi dapat membunuh bakteri karena efek ionisasi yang berasal dari pancaran energi radiasi.

            Pengawetan dengan iradiasi sinar gamma, menurut Fardiaz (1992) dapat mengakibatkan kerusakan subletal pada sel mikroorganisme. Kerusakan tersebut menyebabkan kebocoran sehingga komponen sel keluar ke medium sekelilingnya  dan mengakibatkan perubahan aktivitas metabolisme. Perubahan tersebut dapat berupa penurunan kemampuan dalam memecah senyawa yang dibutuhkan sel, kehilangan kemampuan untuk melakukan transpor melalui membran, dan  penurunan aktivitas enzim yang penting dalam metabolisme.

Selain itu disebutkan juga bahwa iradiasi tidak merusak gizi bahan pangan. Hasil penelitian mengenai efek kimia iradiasi pada berbagai macam bahan pangan belum pernah ditemukan adanya senyawa yang toksik (FAO/IAEA/WHO, 1981; Licciardello dan Ronsivalli, 1982). Lebih jauh disebutkan bahwa dari hasil penelitian Dwiloka (1993) dengan perlakuan iradiasi sampai dosis 9 kGy tidak berpengaruh terhadap kadar air, protein, lemak, abu total, dan karbohidrat pada udang segar beku. Demikian juga dengan hasil penelitian Institute of Food Science and Technology (1999) pada dosis 10 kGy makanan yang diiradiasi tidak mengalami kerusakan asam lemak, mineral maupun asam aminonya.  

            Pengemasan hampa udara pangan iradiasi akan memperkecil kerusakan komposisi gizi dan kontaminasi bakteri yang sangat merugikan. Pengemasan hampa udara juga bermanfaat dalam memperpanjang masa simpan bandeng asap dan mencegah oksidasi lemak yang menyebabkan ketengikan (rancidity) pada bandeng asap.

            Penelitian ini bertujuan menguji apakah dosis iradiasi sinar gamma berpengaruh terhadap masa simpan, TPC (Total Plate Count), TMYC (Total Mold and Yeasy Count), kandungan bakteri patogen (Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella dan Clostridium botulinum), kandungan asam amino dan skor organoleptik pada bandeng asap;

            Penelitian tahun II dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 3 perlakuan yaitu I0 (tanpa iradiasi = kontrol); I1 (dosis iradiasi 5 kGy); dan I2 (dosis iradiasi 10 kGy). Iradiasi bandeng asap dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Jakarta. Penelitian diulang 9 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Setiap sampel bandeng asap diukur kandungan bakteri total (TPC), jumlah kapang dan kamir total (TMYC), kandungan bakteri patogen (Escherichia coli, Salmonella, Streptococcus aureus dan Clostridium botulinum), kandungan asam amino, masa simpan dan skor organoleptik. Uji TPC, TMYC dan kandungan bakteri patogen (Escherichia coli, Salmonella dan  Streptococcus aureus) dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi TDC (Tropical Disease Center) kampus C Universitas Airlangga. Kandungan bakteri patogen Clostridium botulinum dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan  (BBLK) Surabaya. Pengukuran kandungan asam amino bandeng asap digunakan alat High Speed amino Acid Analyzer dengan prinsip hidrolisis di Laboratorium Dasar Bersama (LDB) kampus B Universitas Airlangga. Analisa data yang digunakan untuk menguji pengaruh dosis iradiasi nuklir terhadap masa simpan adalah regresi polinomial. One-Way Manova digunakan untuk menguji pengaruh dosis iradiasi nuklir terhadap kandungan asam amino. Uji kruskal Wallis digunakan untuk menguji pengaruh dosis iradiasi nuklir terhadap skor organoleptik.

            Penelitian tahap III memberikan hasil penelitian dosis iradiasi nuklir tidak berpengaruh terhadap masing-masing asam amino. Pengaruh dosis optimum iradiasi nuklir terhadap masa simpan diperoleh model polinomial :

           

Dosis iradiasi nuklir 10 kGy akan memberikan masa simpan tertinggi sebesar 134,28 hari. Dosis iradiasi nuklir 10 kGy memberikan hasil skor organoleptik paling rendah dan berbeda dengan skor organoleptik dosis 5 kGy dan 0 kGy. Tanpa iradiasi (0 kGy) menghasilakn TPC 8,67.1010 dan TMYC 4,84.107 pada masa simpan 18 hari. Pengamatan masa simpan hari ke 135 pada bandeng asap yang diiradiasi 5 kGy memberikan TPC 4,92.105 dan TMYC 5,89.108, sedangkan dosis 10 kGy memberikan TPC 3,89.104 dan TMYC 33,22.102.

Jan 23rd, 2009

Peningkatan Kualitas dan Masa Simpan Bandeng Asap Dengan Iradiasi Nuklir

Posted By lppm

ABSTRAKI

 

PENINGKATAN  KUALITAS   DAN  MASA SIMPAN

BANDENG  ASAP  DENGAN  IRADIASI  NUKLIR

 

Diantara pengawetan komoditi hasil perikanan  iradiasi nuklir mempunyai banyak keunggulan. Iradiasi  dapat  menghilangkan atau   membunuh   mikroba  yang   mencemari   bahan  pangan,  seperti   kapang,   khamir, serangga, bakteri pembusuk, dan bakteri  patogen. Menurut Doyle (1999) iradiasi mampu membunuh Salmonella, Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Clostridium botulinum.  Diehl (1995) menyebutkan bahwa iradiasi dapat membunuh bakteri karena efek ionisasi yang berasal dari pancaran energi radiasi.

            Pengawetan dengan iradiasi sinar gamma, menurut Fardiaz (1992) dapat mengakibatkan kerusakan subletal pada sel mikroorganisme. Kerusakan tersebut menyebabkan kebocoran sehingga komponen sel keluar ke medium sekelilingnya  dan mengakibatkan perubahan aktivitas metabolisme. Perubahan tersebut dapat berupa penurunan kemampuan dalam memecah senyawa yang dibutuhkan sel, kehilangan kemampuan untuk melakukan transpor melalui membran, dan  penurunan aktivitas enzim yang penting dalam metabolisme.

Selain itu disebutkan juga bahwa iradiasi tidak merusak gizi bahan pangan. Hasil penelitian mengenai efek kimia iradiasi pada berbagai macam bahan pangan belum pernah ditemukan adanya senyawa yang toksik (FAO/IAEA/WHO, 1981; Licciardello dan Ronsivalli, 1982). Lebih jauh disebutkan bahwa dari hasil penelitian Dwiloka (1993) dengan perlakuan iradiasi sampai dosis 9 kGy tidak berpengaruh terhadap kadar air, protein, lemak, abu total, dan karbohidrat pada udang segar beku. Demikian juga dengan hasil penelitian Institute of Food Science and Technology (1999) pada dosis 10 kGy makanan yang diiradiasi tidak mengalami kerusakan asam lemak, mineral maupun asam aminonya.  

            Pengemasan hampa udara pangan iradiasi akan memperkecil kerusakan komposisi gizi dan kontaminasi bakteri yang sangat merugikan. Pengemasan hampa udara juga bermanfaat dalam memperpanjang masa simpan bandeng asap dan mencegah oksidasi lemak yang menyebabkan ketengikan (rancidity) pada bandeng asap.

            Penelitian ini bertujuan menguji apakah dosis iradiasi sinar gamma berpengaruh terhadap masa simpan, TPC (Total Plate Count), TMYC (Total Mold and Yeasy Count), kandungan bakteri patogen (Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella dan Clostridium botulinum), kandungan asam amino dan skor organoleptik pada bandeng asap;

            Penelitian tahun II dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 3 perlakuan yaitu I0 (tanpa iradiasi = kontrol); I1 (dosis iradiasi 5 kGy); dan I2 (dosis iradiasi 10 kGy). Iradiasi bandeng asap dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Jakarta. Penelitian diulang 9 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Setiap sampel bandeng asap diukur kandungan bakteri total (TPC), jumlah kapang dan kamir total (TMYC), kandungan bakteri patogen (Escherichia coli, Salmonella, Streptococcus aureus dan Clostridium botulinum), kandungan asam amino, masa simpan dan skor organoleptik. Uji TPC, TMYC dan kandungan bakteri patogen (Escherichia coli, Salmonella dan  Streptococcus aureus) dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi TDC (Tropical Disease Center) kampus C Universitas Airlangga. Kandungan bakteri patogen Clostridium botulinum dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan  (BBLK) Surabaya. Pengukuran kandungan asam amino bandeng asap digunakan alat High Speed amino Acid Analyzer dengan prinsip hidrolisis di Laboratorium Dasar Bersama (LDB) kampus B Universitas Airlangga. Analisa data yang digunakan untuk menguji pengaruh dosis iradiasi nuklir terhadap masa simpan adalah regresi polinomial. One-Way Manova digunakan untuk menguji pengaruh dosis iradiasi nuklir terhadap kandungan asam amino. Uji kruskal Wallis digunakan untuk menguji pengaruh dosis iradiasi nuklir terhadap skor organoleptik.

            Penelitian tahap III memberikan hasil penelitian dosis iradiasi nuklir tidak berpengaruh terhadap masing-masing asam amino. Pengaruh dosis optimum iradiasi nuklir terhadap masa simpan diperoleh model polinomial :

           

Dosis iradiasi nuklir 10 kGy akan memberikan masa simpan tertinggi sebesar 134,28 hari. Dosis iradiasi nuklir 10 kGy memberikan hasil skor organoleptik paling rendah dan berbeda dengan skor organoleptik dosis 5 kGy dan 0 kGy. Tanpa iradiasi (0 kGy) menghasilakn TPC 8,67.1010 dan TMYC 4,84.107 pada masa simpan 18 hari. Pengamatan masa simpan hari ke 135 pada bandeng asap yang diiradiasi 5 kGy memberikan TPC 4,92.105 dan TMYC 5,89.108, sedangkan dosis 10 kGy memberikan TPC 3,89.104 dan TMYC 33,22.102.

Jan 23rd, 2009

Seminar Hasil Penelitian Hibah Bersaing, Penelitian Hibah Pekerti dan Penelitian Dosen Muda

Posted By lppm

Seminar Hasil Penelitian Hibah Bersaing, Penelitian Hibah Pekerti dan Penelitian Dosen Muda

Pembicara :

1. Dr. Ir. Soedarto, MKes

Judul : Peningkatan Kualitas dan Masa Simpan Bandeng Asap Dengan Iradiasi Nuklir

2. Safrin Zuraidah, ST, MT

Judul : Penggunaan Copper Slag Sebagai Alternatif Agregat Halus dan Meningkatkan  Kuat Tarik Pada Beton

3. Dra. Suharti Kadar, MPd

Judul : Hubungan Antara Kemampuan Awal Matemasika dan Motivasi Berprestasi Dengan Hasil Belajar Matematika Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan PMIPA Universitas Dr. Soetomo Surabaya

4. Dra. Ardianik, MKes

Judul : Analisis Kesalahan-Kesalahan Siswa SDN Kelas V Dalam Menyelesaikan Soal-soal Matematika (Studi Kasus Pada Pokok Bahasan Pembagian Bertsusun Bilangan Desimal)

5. Tjatursari W., SKom, MKom

Judul : Membangun Prototipe Pembelajaran Studi Data Warehouse Dengan Sample Explore Sistem di Universitas Dr. Soetomo Surabaya

6. Sri Oetami Madyowati, MKes

Judul : Persistensi, Peran Inang Dalam Penularan, Petegonitas Koi Herpes Virus (KHV) dan Kemampuan Adaptasi Terhadap Perubahan Lingkungan

Dilaksanakan pada :

Hari & Tanggal      :  Selasa & Rabu, 28 & 29 Oktober 2008

Waktu                   :  Jam. 09.00 sampai selesai

Tempat                 :  RM. Soemantri Gedung A Lantai 3 Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Sifat                      :  Berlaku untuk umum tanpa dipungut biaya

Kontak Person      :  LPPM Universitas Dr. Soetomo Surabaya Drs. Isroani Widayati, MP 031- 5939324

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


Oct 14th, 2008
Comments Off

STRUKTUR ORGANISASI

Posted By lppm

Rektor : Drs. Ulul Albab, MS
Ketua : Soebagio Boerhan, SH, MHum
Sekretaris : Drs. Sucipto, MSi
Ka.Bid. Penelitian : Dra. Isroani Widayati, MP
Ka.Bid. Pengabdian : Ir. Tajudin Noor, MP

Ka.Bag. TU : Sadali, SSos
Ka.Sub.Bag. Umum : Dandung DR
Staff : Hesti Wulandari S., SSos
Ahmad Yasin

Aug 21st, 2008
Comments Off

Ekplorasi Pemahaman Ekonomi Lingkungan Pedagang Wanita Tradisionil dengan Pendekatan Willingness to Pay (Studi Kasus di Pasar Tradidional) di Kabupaten Mojokerto

Posted By lppm

ABSTRAKSI

Program kebersihan lingkungan pengelolaan pasar tradisional harus dijadikan kebutuhan pelayanan pedagang. Keterlibatan pedagang dipahami sebagai keikut sertaan masyarakat baik wanita maupun pria dalam proses pembangunan, sehingga diharapkan mampu mendorong para pedagang baik wanita maupun pria untuk memelihara, mencegah dan menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Secara umum pedagang di pasar tradisional tidak bisa dipisahkan dari peran kaum wanita dengan segala kelebihan dan keluwesannya, sehingga menjadikan usaha berdagang di pasar menjadi suatu pilihan profesi. Penetapan premi seharusnya selalu dievaluasi secara terus menerus, sehingga pelayanan pengelolaan pasar tradisional juga terjaga dengan baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai ekonomi lingkungan (Kesediaan membayar/WTP) pedagang wanita pasar tradisional guna mendukung kebersihan tempat usahanya, guna penetapan retribusi kebersihan secara lebih tepat, yang pada akhirnya akan mendukung pengelolaan kebersihan dengan lebih baik dan berkelanjutan.
Sedangkan manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi tentang nilai manfaat dan peranan ekonomi lingkungan yang dapat dipahami pedagang wanita pasar tradisional guna mendukung kebersihan tempat usahanya yang selanjutnya dapat digunakan sebagai penentu dasar kebijakan penetapan besarnya retribusi kebersihan pasar.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan pengambilan
sampel acak stratifikasi dimana populasi dibagi menjadi beberapa kelompok. Responden dikelompokkan berdasarkan besar pasar yaitu pasar besar, pasar sedang dan pasar kecil. Penentuan besarnya pasar ini berdasarkan jumlah kios dan los pada tiap pasar. Penentuan jumlah responden pada tiap pasar dilakukan secara proporsional.
Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, pengisian kuisioner dan pengamatan di lapangan. Data sekunder diambil dari data yang yang sudah ada pada pengelola pasar setempat.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah : (1) Pedagang di pasar besar, sedang dan kecil umumnya berumur 25 - 50 tahun dan didominasi pedagang laki-laki. Tingkat pendidikan, pedagang pasar besar, sedang dan kecil didominasi pedagang berpendidikan sekolah dasar. (2) Dari sisi penerimaan, pedagang pasar besar didominasi pedagang berpenerimaan 750 ribu-1 juta rupiah untuk pasar sedang dan kecil didominasi penerimaan 500 – 750 ribu rupiah. (3) WTP pedagang pasar besar, sedang maupun kecil umumnya berkisar antara Rp 1000 sampai Rp 2500. Distribusi WTP rata-rata pedagang pria di pasar besar, sedang dan kecil Rp 2.077, Rp 1.929 dan Rp 1.724. Sedangkan untuk pedagang wanita di pasar besar, sedang dan kecil adalah Rp 1.636, Rp 1.866 dan Rp 1.642. dan (4) Total WTP pedagang pria di pasar besar Rp 1.274.150, pedagang wanita Rp 424.612, pedagang pria di pasar sedang Rp1.322.742, pedagang wanita Rp 685.724 serta total WTP pedagang pria di pasar kecil Rp 1.459.108 dan pedagang wanita Rp 583.913 .

Aug 19th, 2008
Comments Off
Next Page »